"Saya akan menempuh proses hukum untuk meminta keadilan. Bila ada penganiayaan, kami serahkan ke penyidik Polda Sulsel untuk mengungkap tuntas siapa pelaku penganiayaan," katanya.
Sebelumnya, Bripda Dirja sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya usai salat subuh. Namun dalam percakapan terakhir dengan ibunya, dia menyatakan dalam keadaan baik hingga akhirnya meninggal dalam perawatan di rumah sakit.
Jenazah Bripda Dirja yang tewas kemudian dipindahkan ke RS Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan medis dan forensik lanjutan. Autopsi dilakukan oleh Biddokkes Polda Sulsel sebelum jenazah dipulangkan ke Kabupaten Pinrang.
"Pada tubuh anaknya ditemukan sejumlah luka lebam di bagian perut, dada, dan leher," ucapnya.
Saat ini Bidang Propam Polda Sulsel telah memeriksa enam personel terkait kematian Bripda Dirja. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh.