MAKASSAR, iNews.id - Anggota Direktorat Samapta Polda Sulawesi Selatan Bripda Dirja Pratama meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Daya, Kota Makassar, Minggu (22/2/2026). Keluarga korban menduga kematian bintara muda tersebut akibat penganiayaan oleh senior.
Dugaan tersebut muncul setelah keluarga melihat darah keluar dari mulut korban. Korban diduga tewas dianiaya senior maupun rekan seangkatannya dalam asrama.
Jenazah bintara muda berusia 19 tahun itu dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Pinrang usai menjalani autopsi. Autopsi dilakukan oleh Biddokkes Polda Sulsel. Setelah proses tersebut, jenazah Bripda Dirja Pratama dibawa menggunakan ambulans dengan pengawalan mobil patroli polisi.
Almarhum merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Dia baru lulus pendidikan kepolisian pada 2025 dan bertugas di Ditsamapta (Sabhara) Polda Sulsel.
Kematian Bripda Dirja memunculkan dugaan adanya unsur kekerasan. Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka lebam di bagian perut, dada, dan leher. Selain itu, mulut korban mengeluarkan darah yang membuat keluarga mempertanyakan penyebab pasti kematiannya.