Rasnal mengungkapkan hal serupa. Dia menyebut perjuangannya sebagai perjalanan panjang yang menguras tenaga dan mental.
“Ini adalah sebuah perjalanan yang sangat melelahkan. Kami telah berjuang dari bawah, dari dasar sampai ke provinsi. Sayangnya kami tidak bisa mendapatkan keadilan,” kata Rasnal.
Pertemuan dengan Presiden Prabowo menjadi titik balik yang membahagiakan bagi Rasnal. Dia menyampaikan rasa syukur mendalam ketika rehabilitasi diserahkan langsung oleh Presiden.
“Setelah kami bertemu dengan Bapak Presiden, alhamdulillah Bapak Presiden telah memberikan kami rehabilitasi. Saya tidak bisa mengatakan sesuatu kepada Bapak Presiden, terima kasih Bapak Presiden,” ucapnya penuh syukur.
Rasnal melanjutkan bahwa keputusan ini memulihkan kembali nama baiknya.
“Saya bersyukur kepada Allah SWT dengan jalan ini kami telah memperoleh keadilan sekarang dan direhabilitasi kami punya nama baik,” ucapnya.
Dia berharap pengalaman pahit yang menimpa dirinya dan rekannya tidak dialami lagi oleh para guru lain di Indonesia. Rasnal meminta adanya perlindungan lebih kuat untuk profesi guru.
“Semoga ke depan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap guru-guru yang sedang berjuang di lapangan. Sekarang ini teman-teman guru selalu dihantui bahwa kalau sedikit berbuat salah, selalu ada hukuman-hukuman yang tidak pantas,” tuturnya.