Pengurus masjid akan membuat penanda jarak antara jemaah dalam saf, sehingga tidak terjadi kontak fisik. Meski telah dibuka untuk umum, namun pengurus Masjid Al-Markaz tidak akan membuka semua akses pintu masuk.
"Pelaksanaan salat hanya satu gelombang. Sebab dalam kondisi normal masjid dapat menampung 10.000 jemaah," ujar dia.
Namun agar tidak terjadi kerumunan, semua area masjid akan dibuka. Mulai dari lantai satu hingga lantai tiga, termasuk halaman masjid. Jemaah diminta dapat mengikuti arahan petugas nantinya.
"Di semua area itu, jamaah wajib mengikuti protokol kesehatan yang sudah diatr secara ketat," ujar Prof Basri.
Hingga diputuskan untuk kembali menggelar salat Jumat, tercatat 12 kali salat Jumat di Masjid Al-Markaz Al-Islami ditiadakan. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah penularan virus corona.