"Saya berusaha memakai cara yang sesuai prosedur. Saya tidak mau mengambil tindakan anarkistis atau menggerakkan massa," ujar dia.
Menurut dia, saat meninggal dunia di RS Bhayangkara, istrinya didiagnosis PDP Covid-19. Namun setelah hasil tes swab keluar, almarhumah dinyatakan negatif terpapar virus corona.
Dia mengatakan, sengaja menunggu Gubernur Nurdin Abdullah di Kantor DPRD Sulsel, karena dia sempat berjanji pada 9 Juni lalu, bersedia memindahkan jenazah istrinya ke Kabupaten Bulukumba.
"Dia (Gubernur) bilang, siapkan kuburannya di Bulukumba. Tapi sampai sekarang janji itu tidak ada realisasinya," ujar dia.