"Kita akan lakukan pendalaman dulu tentang kesalahannya. Jadi kita akan menyelidiki dan mendalami," ujar dia.
Ibrahim menegaskan pihaknya tidak akan pandang bulu dalam menindak siapapun yang dengan sengaja menyebar hoaks. Langkah itu penting mengingat informasi palsu rentan memicu kepanikan dan provokasi yang berujung kegaduhan.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari memastikan, kabar adanya warga di Kota Makassar yang terinfeksi virus korona jelas kabar bohong alias hoaks.
"Informasi yang beredar itu adalah hoaks," ujar dia.
Menurut dia, informasi terkait ada atau tidaknya warga atau pasien yang tengah dirawat karena terpapar virus korona akan disampaikan resmi oleh pemerintah.
"Bukan disampaikan melalui pernyataan tidak resmi di media sosial," katanya.