"Mereka berlomba naik pas malam hari. Pendaki-pendaki nekat ini menjadi masalah juga karena sekarang sudah banyak, apalagi ini mendekati 17 Agustus," ujar dia.
Para pendaki Gunung Bawakaraeng, kata dia, hanya bermodal sandal jepit tanpa peralatan lengkap, enggan melapor ke posko. Kemudian baru diketahui hilang ketika ada keluarga melapor.
"Ada yang kena hipotermia, ada yang jatuh, ada yang patah tulang, padahal mereka tidak lapor dulu ke posko," sambungnya.