Diaa menyebutkan, 3.600 lebih pengungsi itu berasal dari beberapa tempat, empat di antaranya yang paling terdampak banjir yakni, di Toa Daeng 3, Kecamatan Manggala dan Kodam 3, Kecamatan Biringkanaya.
Banjir di dua lokasi itu yang memang menjadi langganan setiap tahunnya mencapai setinggi dada orang dewasa dan merendam rumah-rumah yang umumnya semi permanen.
"Kemarin saya turun masih sampai mata kaki dan ternyata hari ini sudah setinggi dada orang dewasa. Ini merupakan banjir terbesar di sepanjang dua periode saya. Makanya, saya ini turun memastikan langsung kebutuhan warga saya yang di luar standar," katanya.
Beberapa kebutuhan mendasar dan mendesak bagi para pengungsi, yakni susu bayi, popok, minyak kayu putih, minyak gosok, dan selimut.
Untuk logistik, seperti makanan, Danny Pomanto sudah memerintahkan kepada seluruh OPD untuk membagi rata kepada para pengungsi.
"Saya sudah perintahkan bawa makanan yang siap makan bukan siap masak. Karena tidak ada waktu untuk masak sekarang. Kita tidak bikin dapur umum tapi kita gilir langsung makanan siap," ucapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengungsi yang dievakuasi, Danny akan melakukan pengadaan perahu karet sebanyak 20 unit yang nanti akan disebar di setiap kecamatan.