Warga juga nekat bertahan di rumah meski terkepung banjir setinggi 70 cm ini, mengingat imbauan dari pemerintah untuk tidak berkumpul di satu titik. Warga sebelumnya diminta tidak keluar daerah demi mencegah penyebaran Covid-19.
Menurut salah seorang korban banjir, Ramnah, dirinya bersama seorang anaknya memilih tetap bertahan di rumah untuk menyelamatkan harta bendanya meskipun masih terendam banjir. Dia berharap kepada pemerintah setempat untuk segera menyalurkan bantuan. Apalagi rumahnya saat ini sudah tak layak huni.
"Kami berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan karena kami masih harus bertahan di rumah meskipun masih banjir. Sementara rumah saya ini sudah tidak layak lagi ditempati saat ini," kata Ramnah, Senin (18/5/2020).
Sementara petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara telah mendatangani lokasi banjir. Mereka mengimbau kepada warga untuk mewaspadai banjir susulan mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.