Sedikitnya ada 80 anak-anak yang setiap hari mendatangi Balla-Online untuk belajar. Mereka pun dibina langsung oleh Aiptu Paleweri dan sejumlah relawan, seperti siswa SMA dan mahasiswa sekitar TKP.
"Ada tiga siswa SMA dan seorang mahasiswa yang menjadi relawan," ujar dia.
Alasannya memasang wifi di lahan kuburan, karena keterbatasan tempat. Warga pun menyetujui lahan kosong di samping TPU sebagai lokasi belajar dan mereka tak menganggap hal tersebut sebagai masalah.
"Malah kami bisa pantau anak-anak di sini belajar," kata seorang wali murid, Ibu Murni.