“Kejadiannya jam setengah dua. Saya awalnya ngirain tadi mereka mau beli. Ternyata pelaku itu mengarahkan pisau kepada saya dan mengancam saya sambil mengatakan, jangan teriak,” kata korban Sumartono.
Melihat korban ketakutan, pelaku langsung membuka laci penyimpanan uang hasil penjualan martabak yang jumlahnya diperkirakan lebih dari Rp2 juta. Tak hanya itu, pelaku juga mengambil ponsel dan speaker milik korban.
Seusai mengambil uang dan barang korban, selanjutnya kedua pelaku kabur dengan menggunakan sepeda motor.
"Laci saya langsung dibukain, uang diambil semua Rp2 juta lebih sama HP dan speaker, trus mereka kabur. Kalau saya ketemu mereka, saya masih ingat orangnya," ujarnya.
Warga yang mengetahui perampokan pedagang martabak itu melaporkan ke Polsek Panakkukang. Aparat Resmob Polsek Panakukkang yang menerima informasi dari warga langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk meminta keterangan dari korban, termasuk ciri-ciri dari pelaku.
Kepada polisi, korban mengatakan pelaku yang merampoknya berjumlah dua orang. Keduanya memiliki postur tubuh sedang, berkulit hitam dan menggunakan kain penutup wajah.
Setelah mendengar keterangan dari korban, selanjutnya petugas Kepolisian mengarahkan korban untuk membuat laporan resmi ke Mapolsek Panakukkang Kota Makassar. Polisi saat ini masih menyelidiki perampokan itu dan mengejar kedua pelaku yang identitasnya telah diketahui.