Damkar Makassar mencatat, ada sebanyak 229 kepala keluarga (KK) dengan total 592 jiwa yang terdampak kebakaran. Sementara luasan lokasi kebakaran mencapai 16.965 meter persegi dan kerugian ditaksir mencapai Rp15 miliar lebih.
Dari data Damkar Makassar, musibah kebakaran tertinggi terjadi pada Agustus sebanyak 17 kasus. Kemudian Mei 16 kasus, Maret 15 kasus, April, Juli dan September masing-masing 13 kasus. Sementara untuk Juni 12 kasus, Januari 11 dan Februari paling sedikit dengan 10 kasus.
Melihat masih tingginya kasus kebakaran itu, Hasanuddin mengingatkan sekaligus mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan teliti dalam menggunakan peralatan rumah tangga. Terutama soal pemakaian listrik dan kompor gas.
"Untuk mencegah sebaiknya selalu memperhatikan instalasi listrik, sambungan listrik dan mengganti instalasi listrik bila sudah tua. Tidak lalai, mengawasi kompor dan tabung gas dari kebocoran yang bisa mengakibatkan kebakaran," katanya.