Tanpamu
Sahabat,
Kau yang memutuskan
Hingga aku terlena mengikutimu
Menerjang dunia fana
Diiringi luka dan pilu
Aku sudah bukan aku
Karena aku hanya manusia
Yang membutuhkan kebebasan
Yang penuh akan cahaya
Aku adalah burung
Tak akan bisa terbang
Jika indukku tak membantu
Itulah aku
Tak bisa berjalan tegak
Tanpa kau sahabat
Sekolah Gubuk
Ia berdiri tegak dari masa ke masa
Atapnya dari Daun Rumbia
Dindingnya dari Bambu, tak ada yang istimewa
Kini Reot sebab dimakan Usia
Meski begitu
Disini t’lah tertumpah Ruah
Segala Cita-cita Mulia
Itulah sekolah gubuk di desaku