Dia menjabarkan 10 program inovatif tersebut. Pertama, pembangunan dimulai dari tingkat RW sebesar Rp100 juta per tahun untuk dana lingkungan.
Kedua, dana hibah diberikan per dua tahun sebesar Rp20 juta per DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) serta pelaku UMKM berdasarkan proposal melalui e-hibah bansos. Helldy menuturkan UMKM tengah menjadi prioritas Pemkot Cilegon mengingat sejauh ini kota penghasil baja terbesar di Asia Tenggara itu belum memiliki sentra UMKM.
Ketiga, melakukan peningkatan pendapatan guru honorer sebesar 50 persen, kenaikan tunjangan bagi pengawas, penilik dan kepala sekolah, serta pemberian insentif bagi pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah perbatasan.
Honor guru di Kota Cilegon sudah kita naikan dari Rp450 ribu menjadi Rp675 ribu. Di atas 10 tahun menjadi Rp1 juta, guru-guru yang ada di perbatasan dengan kabupaten lain dan di pegunungan kita naikan insentifnya Rp500 ribu dan kepala sekolah Rp1 juta.
Keempat, Pemerintah Kota Cilegon telah melakukan peningkatan honor RT maupun RW dari yang semula Rp500 per bulan dan diberikan setiap 3 bulan, menjadi Rp1 juta yang diterima setiap bulan.