Lebih lanjut Wapres menyampaikan, ke depan PCC memegang peran strategis menjadi jembatan penghubung antara pemerintah dengan masyarakat. Sebab, PCC bersama para pemuka agama dan gereja-gereja di Papua merupakan sektor utama yang akan turun ke lapangan dan menggandeng masyarakat menuju kemajuan melalui program yang telah dirancang.
“Para pendeta dan tokoh agama, khususnya, tidak hanya mengajarkan kesalehan individual agar umat dekat dengan Tuhan, tetapi juga kesalehan sosial agar rakyat Papua mendapat pelayanan sosial, termasuk pendidikan dan ekonomi,” ujar Wapres.
Wapres pun menyampaikan, keberadaan lembaga pendidikan gereja (Sekolah Tinggi Teologia) sebagai tempat pendidikan guru sedang dalam proses pembicaraan di tingkat pusat dan tidak akan lama lagi akan bisa terlaksana.
“Kita menyaksikan berbagai sentra pendidikan yang dikelola lembaga-lembaga keagamaan telah melahirkan tokoh-tokoh Papua dan generasi-generasi Papua yang berkarya di berbagai sektor pembangunan,” ucapnya.
Menurutnya, di tengah keragaman dan perubahan tata kelola pemerintahan di Papua, PCC serta pemuka agama dan gereja menjadi faktor krusial dalam menjaga toleransi serta saling menghargai di masyarakat.