Barang-barang yang diamankan meliputi satu kartu keluarga atas nama Luther Raubabah, satu proyektor merek Sony, satu telepon genggam Samsung, satu bor listrik, satu tas, satu dompet, satu mixer, serta satu batang besi sepanjang sekitar 40 sentimeter. Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk mendukung proses penyelidikan.
Tim DVI Polda Papua sebelumnya juga telah memeriksa 34 potongan jaringan tubuh yang ditemukan selama proses pencarian. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas mengambil enam sampel DNA postmortem yang selanjutnya akan dikirim ke Laboratorium DNA Bareskrim Polri.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan identifikasi korban berjalan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Proses identifikasi menjadi bagian penting dalam penanganan tragedi ledakan di Biak Numfor, terutama untuk memastikan seluruh korban dapat dikenali dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.
AKBP Ari Trestiawan menegaskan seluruh temuan di lokasi akan diperiksa secara menyeluruh oleh penyidik dan tim laboratorium forensik.
"Kami memastikan seluruh barang bukti yang ditemukan akan diperiksa secara mendalam oleh tim penyidik dan laboratorium forensik. Fokus kami saat ini adalah menemukan korban yang masih belum ditemukan, mengidentifikasi seluruh korban secara akurat, serta mengungkap secara tuntas penyebab peristiwa ini," katanya.
Hingga kini, operasi pencarian dan identifikasi korban masih terus dilakukan. Tim gabungan berharap seluruh korban yang belum ditemukan dapat segera teridentifikasi sehingga memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu kabar.