Ketika ditanya tentang tudingan terhadap TNI terkait kematian Zanambani, Waterpauw mengatakan hal itu biasa dilakukan kelompok-kelompok tersebut. Seperti halnya kasus penembakan WNA berkebangsaan Selandia Baru di Kuala Kencana.
Pada kasus itu, kejahatan itu ternyata dilakukan kelompok bersenjata yang dipimpin Sebinus Waker yang menggantikan Ayub Waker yang telah tewas.
"Pada kasus itu, polisi berhasil mengungkap dan membuktikan bila penembakan terhadap karyawan PT Freeport memang dilakukan Waker dan gerombolannya. Bukan TNI atau Polri," katanya.
Dia menduga, kekuatan kelompok bersenjata yang dipimpin Waker itu, diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang. Mereka memiliki 17 senjata yang merupakan hasil rampasan dari TNI-Polri.