Tim Dokter Spesialis Singapura Periksa Kesehatan Gubernur Lukas Enembe, Ini Hasilnya

Chanry Andrew Suripatty
Gubernur Papua Lukas Enembe menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter spesialis Singapura. (Foto: ist)

Tim dokter Singapura, tiba ke kediaman Lukas Enembe di Koya pada pukul 10.44 WIT. Ada tiga dokter spesialis yang datang dan masing-masing akan melakukan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe selama kurang lebih satu 45 menit. 

Begitu dokter spesialis Singapura datang, tim dokter segera menyiapkan hasil laboratorium untuk memudahkan pemeriksaan. Sampel urine yang diambil segera dibawa ke RS Dok Dua. Tiga dokter spesialis yang hadir, dr. Fransisko ahli ginjal asal Mexico, dr Ahmad Takur ahli neurologis dan syaraf, dr Patrick Chan ahli hati dan jantung, serta suster perawat Mardiana dari RS Mount Elisabeth Singapura. Terhitung dua jam pemeriksaan dilakukan mulai dari pukul 10.44 WIT hingga 14.05 WIT.

Menurut dokter pribadi Lukas Enembe, dr Anton Mote, pemeriksaan pada Minggu ini, merupakan pemeriksaan lanjutan. "Nanti akan ada pemeriksaan lanjutan karena Pak Gub masih dalam perawatan," kata Anton. 

Dari hasil pemeriksaan dokter Singapura, untuk pengobatan penyakit stroke yang sudah empat kali dialami Lukas Enembe, perlu dilakukan fisioterapi. 

Anggota THAGP, Petrus Bala Pattyona mengatakan, ada lima anggota tim hukum yang mendampingi Lukas Enembe, mereka adalah Stefanus Roy Rening, Petrus Bala Pattyona, Aloysius Renwarin,  dan Petrus Jaru serta Antonius Eko Nugroho. "Kedatangan kami untuk menyaksikan pemeriksaan kesehatan dan mendampingi Pak Gub. Kami masih menunggu kedatangan tim dokter IDI dan dokter KPK,” katanya.

Diketahui, Gubernur Papua, telah dijadikan tersangka dalam Kasus dugaan Tindak Pidana  Korupsi berupa Penerimaan  hadiah atau janji Lukas Enembe selaku Gubernur Papua Periode 2013 - 2018  dan 2018 - 2023 terkait pekerjaan  atau proyek  yang bersumber dari APBD  Provinsi Papua. 

Penyidik KPK telah memanggil Lukas Enembde, namun Gubernur Papua, berhalangan hadir karena masih sakit. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Fakta Pilu Kasus Irene Sokoy di Papua, Ibu Hamil dan Bayi Meninggal usai Ditolak 4 RS

57 tahun lalu

Alasan Sebenarnya Jokowi Absen di Kongres III Projo, karena Pertimbangan Tim Dokter

57 tahun lalu

Pj Gubernur Papua Agus Fatoni Dorong Optimalisasi PAD dan Pelayanan Publik

57 tahun lalu

Jayapura Kembali Mencekam, Ratusan Brimob Siaga di Sejumlah Titik Pertigaan Jalan

57 tahun lalu

Usai Pemakaman Jenazah Lukas Enembe, Situasi Jayapura Kembali Mencekam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal