JAKARTA, iNews.id - Panglima TNILaksamana Yudo Margono mengungkap fakta baru peristiwa penyerangan Kelompok Separatis Terorisme (KST) atau kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap pasukan TNI di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Penyerangan di wilayah Mugi-Mam kepada tim TNI Operasi SAR pilot Susi Air ini mengakibatkan satu prajurit gugur, empat terluka dan empat hilang.
Ternyata KKB melakukan cara licik dengan memanfaatkan masyarakat, terutama mama-mama dan anak-anak Papua menjadi tameng hidup untuk mengepung prajurit TNI.
Setelah penyerangan, sempat terjadi kontak senjata dan mengakibatkan satu prajurit gugur lalu jatuh ke jurang sedalam 15 meter. Korban yakni Pratu Miftahul Arifin.
Saat prajurit lain hendak mengevakuasi Pratu Arifin, saat itulah KKB memanfaatkan mama-mama dan anak-anak untuk mengepung prajurit. Sehingga pihaknya sulit membedakan antara KKB dan masyarakat.
"Yang tadi saya sampaikan ada masyarakat kemudian anak-anak yang dengan teriak-teriak, peluit dan sebagainya. Seolah-olah seperti menakut-nakuti dengan masyarakat tadi," ujar Yudo di Base Ops Lanudal Juanda, Jawa Timur, Selasa (18/4/2023).