Kronologi kejadian, berawal saat Danki Brimob Yon D Wamena AKP Rustam ditelepon seseorang bernama Alex Matuan untuk membantunya menembak sapi miliknya di daerah Napua.
Kemudian AKP Rustam membawa satu pucuk senjata api jenis sniper steyr dan mengajak Bripda Diego membawa senjata api AK 101 pergi ke Napua.
Setelah sapi ditembak AKP Rustam, kemudian dia menitipkan senjata api yang dia gunakannya kepada Bripda Diego karena akan mengecek sapi tersebut.
Saat AKP Rustam pergi meninggalkan Bripda Diego sendirian di lokasi tempat menembak, datang dua OTK bersenjata parang membacok Bripda Diego. Setelah itu keduanya mengambil dua pucuk senjata api dan melarikan diri dari lokasi.
Dalam peristiwa ini, Polda Papua menyatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) berada di balik aksi penyerangan yang menyebabkan Bripda Diego Rumaropen meninggal dunia.