JAYAPURA, iNews.id - Aksi teror dan pembunuhan sadiskelompok kriminal bersenjata (KKB) di sejumlah daerah Papua, khususnya Intan Jaya, karena sedang mencari perhatian masyarakat dunia. Sebab dukungan terhadap mereka untuk memisahkan diri dari Indonesia mulai berkurangan.
Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora, Alberth Ali Kabiyai mengatakan, dukungan dari negara-negara Pasifik yang sebelumnya setuju dengan gerakan Papua Merdeka, kini meredup.
"Makanya mereka membuat aksi-aksi ini untuk menarik perhatian dunia," kata Ali yang juga Ketua DPW Badan Advokasi dan Investigasi HAM Papua di Kota Jayapura, Sabtu (26/9/2020).
Selain redup dukungan dan simpati dunia, KKB juga kehilangan sebagian pentolan diplomasinya di luar negeri. Seperti Nicholas Messet, Franz Albert Yoku dan Nicolas Jouwe.
Saat ini hanya ada Jefrey Bomanak sebagai Ketua OPM dan Sebby Sembom sebagai juru bicara mereka. Sedangkan kiprah keduanya hanya sebatas di negara tetangga, Papua Nugini.