Kunjungan Menkes Nila DF Moeloek ke Asmat kali ini untuk menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden meminta Menkes untuk melakukan kajian awal agar mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya masalah campak dan gizi buruk di Asmat.
Menkes Nila DF Moeloek mengaku telah meminta para kepala dinas kesehatan di Papua untuk melakukan tindakan pencegahan dan penanganan terhadap wabah campak dan gizi buruk di Papua.
"Kami kerja sama dengan TNI, Polri, Kementerian Sosial, kami bekerja secara terpadu. Kami membuat program 10 hari pertama ini sudah, 10 hari dilakukan beberapa kegiatan sampai tiga kali, sampai satu bulan," ujar Menkes.
Dalam kunjugan tersebut, Menkes juga berkesempatan berdialog dengan warga setempat. Menkes kemudian melakukan pertemuan dengan Bupati Asmat serta pejabat terkait. Pertemuan itu digelar dalam rangka membicarakan langkah-langkah konkrit penanganan wabah campak dan gizi buruk yang telah merengut nyawa puluhan anak dan balita di Asmat.
Untuk diketahui dalam kurun waktu September 2017 hingga Januari 2018, kasus wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua, telah menewaskan sedikitnya 70 anak dan balita. Tingginya angka kematian akibat penyakit tersebut membuat Dinas Kesehatan menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) atas kasus itu.
Presiden Jokowi bahkan secara khusus memberikan perhatian terhadap kasus ini. Presiden meminta pemerintah setempat agar segera merelokasi para korban gizi buruk dan campak yang berada di pedalaman ke wilayah perkotaan.