Siswi SD di Wamena Meninggal setelah Disuntik Vaksin Rubella

Antara
Diaz Abraham
Seorang siswi lumpuh setelah disuntik vaksin rubella di Demak, Jawa Tengah, pada 2017 lalu. (Foto: Dok.iNews.id)

Pemerintah tahun ini menargetkan 31,8 juta anak bisa ikut serta dalam program eliminasi campak dan pengendalian penyakit rubella. Fase I telah dilaksanakan selama Agustus-September di seluruh Pulau Jawa dengan lebih dari 35,3 juta anak menjadi pesertanya.

Fase II akan dilaksanakan pada bulan yang sama. Sebanyak 31,8 juta anak diharapkan ikut serta untuk membebaskan Indonesia dari penyebaran dua penyakit yang mematikan tersebut.

Vaksinasi rubella ini juga memicu pro kontra di masyarakat terutama masalah kehalalan vaksin Measles Rubella (MR). Pasalnya, vaksin tersebut belum lagi memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Terkait masalah itu, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Soleh mengatakan, vaksin nonhalal sebenarnya pernah digunakan dan diperbolehkan untuk imunisasi di Indonesia 16 tahun silam. Fatwa tersebut muncul dikarenakan adanya kedaruratan pada masa itu.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Siswi SD di Sragen, Pelaku Ingin Kuasai Motor dan HP

57 tahun lalu

Viral! Siswi SD di Sukabumi Menangis Usai Gagal Ikuti OSN karena Listrik Padam

57 tahun lalu

Pembunuh Siswi SD di Sragen Ditangkap Polisi, Motifnya Apa?

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Mamberamo Tengah Papua, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Pilu! 5 Korban Tewas Ledakan Bom PD II di Biak Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal