"Kami harus punya ponsel seharga Rp2 juta. Kalau dikali lima anak sudah berapa. Kami ini bukan orang kaya," ujar Hatija.
Dia mengaku kasihan melihat anak-anaknya selama lima bulan terakhir tidak belajar di sekolah. Mereka sudah dipastikan tertinggal dalam hal materi-materi pelajarannya.
"Tolong bapak dan ibu, kita buka saja sekolah ini, agar anak-anak bisa belajar lagi," ujarnya.
Dia pun mendukung anak-anaknya melanjutkan sekolah mereka, bila perlu di gedung DPRD Fakfak, kalau sekolah tak kunjung dibuka untuk para pelajar tersebut.