Menurut Christian, hal itu patut diapresiasi karena mewujudkan kreativitas para guru di daerah setempat untuk tetap bisa mendidik para siswa. Sistem belajar tatap muka ini juga membantu para siswa yang kesulitan menggunakan internet sehingga tidak ketinggalan pelajaran dan tugas-tugasnya.
"Namun, pembelajaran tatap muka ini tetap menerapkan protokol kesehatan dan ini selalu diprioritaskan. Jangan sampai anak-anak ini terpapar Covid-19," ujarnya.
Pihaknya juga mengapresiasi langkah pemangku kepentingan terkait pendidikan di beberapa wilayah di Papua yang kesulitan jaringan internet. Sebagian menggunakan sarana radio siaran seperti Pro Dua RRI dan komunitas RAPI dalam kegiatan pembelajaran.
"Kami sangat mengapresiasi hal ini karena dengan ide kreativitas ini membantu pendidikan anak-anak Papua," katanya.
Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua juga akan mengevaluasi kondisi pendidikan siswa di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya, melihat sejauh mana perkembangan pendidikan mereka selama penerapan belajar dari rumah sebagai dampak pandemi.