Pascabencana itu, hingga Jumat, ratusan warga kota Sorong masih bahu-membahu membersihkan seluruh jalan raya dan rumah-rumah yang terendam banjir. Salah satu wilayah yang masih terendam banjir hingga Jumat pagi di kawasan Melati Raya, Km 9.
Pascamusibah banjir dan tanah longsor, Pemkot Sorong telah menyiapkan tenda-tenda darurat untuk para korban. Sejumlah penduduk mengungsi ke tempat yang aman, termasuk rumah-rumah keluarga mereka yang tidak terkena banjir. Sebagian lainnya memilih bertahan di rumah mereka yang berlantai dua.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kota Sorong, Herlin Sasabone mengatakan, empat warga yang meninggal dalam musibah banjir dan tanah longsor telah dimakamkan pihak keluarga. Sementara korban luka-luka telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Herlin mengatakan, dari pendataan petugas di lapangan, wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana banjir di Kota Sorong ada sekitar 12 lokasi. Sementara yang terdampak parah akibat longsor di tiga lokasi.
“BPBD telah menurunkan tim ke seluruh lokasi tersebut bersama-sama personel dari TNI dan Polri untuk membantu mengevakuasi penduduk,” katanya.