Nama lainnya, Enage Heluka, diduga terlibat dalam pengambilan video pernyataan pascapenembakan pada 12 Februari 2026. Sementara Homi Heluka disebut memiliki dugaan keterlibatan dalam pembakaran mobil polisi di Jalan Statistik pada 2023, pembunuhan di Kali Silet pada 11 Februari 2024, serta penembakan sopir truk di Jalan Logpon pada 12 Februari 2026.
Dalam peristiwa terakhir, korban dilaporkan selamat dan telah mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Polda Papua.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan komitmen aparat untuk menindak tegas setiap pelaku kekerasan bersenjata yang mengganggu stabilitas keamanan.
“Kami berkomitmen untuk menuntaskan setiap kasus kekerasan yang meresahkan masyarakat. Penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional, dan berbasis bukti, guna memberikan kepastian hukum serta menjamin rasa aman bagi warga,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Adarma Sinaga menyebut aparat juga mendalami aktivitas kelompok yang dikategorikan sebagai kelompok kriminal politik.
“Kelompok ini tidak hanya melakukan kekerasan, tetapi juga menyebarkan narasi dan dokumentasi aksi mereka melalui media sosial. Saat ini kami melakukan profiling secara mendalam dan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya.
Selain penegakan hukum, aparat terus meningkatkan patroli di titik rawan serta memetakan lokasi yang diduga menjadi basis aktivitas kelompok tersebut. Langkah ini dilakukan guna mencegah eskalasi kekerasan dan menjaga situasi keamanan di Yahukimo dan sekitarnya tetap kondusif.