Salju Gunung Jayawijaya di Papua Tak Lagi Abadi, BMKG Prediksi Bisa Punah 3 Tahun Lagi

Carlos Roy Fajarta
Salju abadi di puncak Gunung Jayawijaya, Papua yang terancam punah. (Foto: ist)

Dia menyebutkan, dibandingkan zaman praindustri pada 1850, ada peningkatan suhu udara 4 derajat Celsius saat ini. Artinya terjadi peningkatan empat kali lipat sampai saat ini. 

"Hal ini menyebabkan cuaca ekstrem semakin sering, intensitas meningkat dan durasi kian panjang. Apalagi kalau suhu tersebut meningkat empat kali lipat setiap tahunnya di tahun 2100," ucapnya.

Perubahan cuaca ekstrem karena El Nino dan La Nina di Indonesia juga disebut Dwikorita  semakin cepat siklusnya. Dari yang sebelumnya setiap 7 tahun sekali kini menjadi setiap tahun.

"Periode El Nino (musim kering panjang) dan La Nina (musim hujan basah yang ekstrim) periode sebelum 1980 itu 5-7 tahun sekali. Namun karena perubahan iklim pada 1981 memendek jadi 2-3 tahun. Kemudian dua tahun terakhir terjadi setiap tahun," kata Dwikorita.

Kepala BMKG mengungkapkan, bencana hidrometeorologi di Indonesia meningkat menjadi bencana terbesar dengan persentase 95 persen.

"Total bencana di 2021 ada 5.402 kasus sebagai dampak perubahan iklim global," ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tragis! Remaja di Jayapura Tewas Diduga Dibakar Ibu Angkat

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Mamberamo Tengah Papua, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Pilu! 5 Korban Tewas Ledakan Bom PD II di Biak Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Identitas 5 Korban Tewas Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Papua

57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal