Menurut Irjen Tumpak H Simanjuntak penyerapan APBD kabupaten se-Papua tergolong masih rendah, rata-rata 38 persen, masih di bawah rata-rata nasional. Karena itu harus dipacu lagi nanti.
"Belanja pemerintah merupakan saah satu andalan untuk pemulihan ekonomi," ujar dia.
Sedangkan terkait dengan anggaran hasil refokusing ke pos belanja tak terduga, kata dia, dapat dimanfaatkan daerah untuk program spesifik seperti penanganan dan pencegahan Covid-19 maupun dampak khas ekonomi yang muncul.
Staf Khusus Mendagri, Kastorius Sinaga, menekankan perlunya fokus asistensi pengawasan di arahkan ke tiga bidang yaitu sektor kesehatan, bansos dan pemulihan ekonomi serta untuk penyelenggaraan pilkada.
"Rakor tersebut menjadi semacam penyegaran sekaligus penyemangat bagi 14 kepala inspektorat kabupaten yang hadir baik secara fisik maupun lewat daring," kata Kastorius.