Namun sejak perusahaan JOB Pertamina Petrochina beroperasi sejak 1990 hingga sekarang masyarakat kampung Maralol tidak lagi menggunakan air sungai Maralol.
"Pernah ada imbauan pihak perusahaan kepada masyarakat bahwa sungai tersebut sudah tercampur berbahan kimia," ujar dia.
Meski begitu, pihak perusahaan mengklaim kalau limbah produksi mereka tidak sampai membahayakan ekosistem. Di satu sisi, mereka juga menyatakan, rutin melakukan pengecekan limbah di sungai tersebut.
"Namun April 2019 ratusan ikan dan udang mati membusuk, terapung di Sungai Maralol. Ini bisa jadi karena limbah yang dibuang bertahun-tahun di sana," ujar dia.
Dia menegaskan, masyarakat telah mengambil bangkai ikan dan udang untuk diperlihatkan kepada pihak perusahaan. Diharapkan mereka dapat bertanggung jawab atas pencemaran yang merugikan masyarakat adat.