Mereka sangat terkejut saat melihat kondisi jenazah Indra yang terbujur kaku di dalam peti dengan kondisi penuh luka lebam pada bagian dada dan perut serta wajah mengeluarkan darah.
Bahkan salah seorang perwira TNI AU ketika itu memaksa jenazah Prada Indra segera dimakamkan.
Rika mengatakan, awalnya pihak Makoopsud III Biak sama sekali tidak menjelaskan mengenai adanya temuan luka pada tubuh almarhum Prada Indra Wijaya.
Pihak kesatuan Prada Indra pun tidak menjelaskan soal adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan sejumlah senior. Sontak dengan temuan kondisi tubuh Prada Indra yang dipenuhi banyak luka lebam hingga mengeluarkan darah dan adanya sejumlah sayatan, membuat keluarga bereaksi keras.
Mereka menuntut pengusutan adanya dugaan kekerasan yang menyebabkan Prada Indra Wijaya meninggal dunia.