"Di sana masih banyak orang yang membuat dan menyuling miras tradisional," ujar dia.
Menurut dia, lokasi pembuatan miras ini berada di desa-desa terpencil, bahkan ada di tengah hutan. Kondisi ini membuat polisi kesulitan melacak dan memberantasnya.
"Kapolres dan jajaran bersama perangkat desa yang ada di sini harus serius menanganinya. Karena ini yang memicu banyak terjadi kekacauan di Timika," ujar dia.