Kamal mengatakan, mengutip penyataan Kapolsek Sugapa, TNI/Polri saat ini sedang meningkatkan kegiatan kepolisian, seperti melakukan patroli gabungan dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.
“Kami meminta dukungan seluruh warga sehingga kita dapat hidup dengan nyaman tanpa adanya gangguan dari kelompok yang tidak menginginkan daerah ini aman," kata Kombes Kamal mengutip penyataan Kapolsek Sugapa.
Kamal mengaku, dari laporan yang diterima juga terungkap keterangan dari Ketua GKII Sugapa Pendeta Timotius Miagoni. Mereka menyampaikan mendapatkan kabar dari keluarga di Distrik Hitadipta melalui telepon bahwa Pendeta Yeremia Zanambani tertembak dan meninggal dunia.
Dari keterangan yang didapat saat itu, almarhum bersama istri ke kandang ternak babi untuk memberi makan. Kemudian, istrinya kembali ke rumah di kampung duluan. Namun, hingga pukul 19.00 WIT, korban tidak kembali ke rumah. Istri korban kemudian mencari ke kandang ternak yang berada di kampung Bomba dan melihat korban sudah meninggal dunia.
“Itu yang saya dengar, karena belum ke kampung tersebut sehingga saya tidak dapat berbicara lebih jauh,” kata Kombes Kamal sebagaimana disampaikan Pendeta Miagoni.