“Kalau bertemu teman lama, selalu berpelukan, termasuk kepada saya. Selalu respect kepada siapa pun. Meskipun dia junior saya (Kapten Amrullah angkatan ke-3 Flying School Juanda), dari segi jam terbang dan kemampuan skill-nya sudah cukup matang,” kata Kapten Amrullah.
Hingga kini, nasib Pilot Dasep bersama dua orang kru yaitu Co-Pilot Yudha dan Ujang selaku mekanik serta seorang penumpang pesawat Twin Otter DHC6-400 PK-CDC itu belum diketahui.
Posko utama SAR di Bandara Mozes Kilangin Timika pada Minggu (22/9) mengonfirmasikan telah menemukan benda-benda yang diduga serpihan pesawat Twin Otter PK-CDC tersebut di lereng pegunungan Distrik Hoeya, Kabupaten Mimika. Lokasinya pada ketinggian 13.453 kaki atau sekitar 3.900 meter di atas permukaan laut.
Kapten Amrullah berharap junior dan rekan-rekannya bisa ditemukan dalam keadaan selamat. “Harapan saya kawan-kawan saya dalam kondisi sehat, mereka mungkin belum mendapat pertolongan saja. Dengan tidak memancarnya signal peralatan ELT (Emergency Locator Transmitter), ada harapan kawan-kawan saya bisa ditemukan dalam kondisi sehat. Tapi apa pun juga kami semua harus siap menerima kenyataan,” katanya.
Sehari sebelum insiden hilang kontaknya pesawat Twin Otter PK-CDC itu, tepatnya pada Selasa (17/9/2019), Kapten Amrullah mendampingi Pilot Dasep terbang dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Ilaga, Kabupaten Puncak dengan pesawat yang sama.