Ketika itu saksi melihat korban bernama Jamaluddin alias Daeng Eppe sudah terkapar di samping kursi dengan wajah berlumuran darah.
Setelah kejadian, anak korban mengirimkan pesan suara via WhatsApp ke group keluarga berisi tangisan dan teriakan memanggil ayahnya yang tewas ditembak. Sementara istri korban berlari keluar kios untuk meminta pertolongan.
“Berselang beberapa menit kemudian, datang adik korban Muhammad Arief dari rumahnya menuju ke TKP dan menyuruh keponakan korban untuk melaporkan kejadian tersebut kepada polisi,” katanya.
Kapolres menambahkan, situasi keamanan di Kota Mulia usai penembakan masih aman terkendali. Polres Puncak Jaya meningkatkan patroli dan kewaspadaan guna mengantisipasi tidak terjadi gangguan keamanan yang sama oleh OTK.
“Kepada masyarakat sekitar Kota Mulia agar tetap tenang dan tidak mudah terhasut isu meresahkan yang dapat mengganggu situasi keamanan,” ucapnya.
Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat ketika melihat adanya orang-orang yang mencurigakan agar segera menginformasikan ke aparat. Sehingga polisi dapat melakukan tindakan segera untuk mencegah terjadinya kekerasan yang dapat menimbulkan jatuhnya korban masyarakat.