Sesuai rencana, helikopter PK-CDA 407 milik PT Carpediem akan mengangkut dua warga Kampung Hoeya bersama personel Basarnas untuk diturunkan di Hoeya guna mempersiapkan upaya pencarian melalui darat.
Monce Brury mengatakan, pencarian pesawat hilang kontak pada Sabtu pagi sempat terkendala akibat kondisi cuaca tidak bersahabat. Dua kali penerbangan pesawat Susi Air PK-VVZ dari Bandara Timika ke Wangbei dan Jila yang juga membawa serta personel Basarnas terpaksa kembali ke Timika dengan hasil nihil.
“Pesawat kembali lantaran kondisi cuaca di wilayah pegunungan Papua tertutup kabut tebal disertai hujan deras. Kami berharap kondisi cuaca segera membaik agar proses pencarian pesawat hilang kontak ini bisa dilanjutkan kembali,” ujar Monce.
Sesuai standar Basarnas, operasi SAR untuk pencarian pesawat hilang kontak tersebut berlangsung selama tujuh hari. Pencarian bisa diperpanjang dengan pertimbangan tertentu.
Pesawat Twin Otter PK-CDC milik PT Carpediem Air hilang kontak dalam penerbangan dari Timika menuju Ilaga pada Rabu (18/9/2019) pukul 10.56 WIT. Pesawat nahas tersebut mengangkut beras Bulog dengan kapasitas 1.700 kilogram (kg) dan membawa serta seorang penumpang.