"Keluarga harus kuat karena ada anak-anak yang harus dinafkahi. Semoga ke depan anak-anak ini menjadi anak yang berguna bagi keluarga, juga bangsa dan negara," katanya.
Selain korban penembakan, pihaknya juga menyerahkan santunan bagi delapan ABK yang turut hadir di rumah duka.
Kasus penembakan ini terjadi pada Senin (22/8/2022). Saat itu, Sugeng yang merupakan nakhoda Kapal Calvin 02 sedang mencari ikan. Selain Sugeng ada delapan ABK di kapal tersebut.
Dari laporan awal, ada tiga kapal nelayan yang menangkap ikan di perairan Papua Nugini. Dua ditangkap aparat keamanan tentara PNG dan satu kapal melarikan diri. Saat melarikan diri itulah kapal tersebut ditembak hingga menewaskan Sugeng.