“Perlu kalian ingat, prajurit TNI yang hebat terlahir dan terbentuk dari kesulitan, untuk itu Prajurit Siswa sekalian harus melaksanakan pendidikan ini secara tulus dan ikhlas, serta mengikuti proses belajar-mengajar dan berlatih secara baik dan sungguh-sungguh dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Pangdam XVIII/Kasuari.
Pangdam XVIII/Kasuari bertatap muka langsung dengan para siswa prajurit Dikjurbaif dan memberikan pengarahan sebelum para siswa melaksanakan penutupan pendidikan yang akan dilaksanakan pada waktu dekat.
Para siswa prajurit tersebut merupakan putra-putra terbaik tanah Papua Barat yang terpilih untuk menjadi prajurit TNI melalui program perekrutan Bintara Otsus yang dilaksanakan Kodam XVIII/Kasuari tahun 2020 lalu.
Sebelumnya mereka telah selesai melaksanakan pendidikan pertama Bintara TNI AD dan ditempatkan pada kecabangan Infanteri sehingga harus menempuh Dikjurbaif sebelum berdinas di satuan masing-masing.
Dikjurbaif merupakan pedidikan yang harus ditempuh para prajurit Bintara TNI AD dengan kecabangan infanteri yang bertujuan membentuk menjadi Prajurit Bintara TNI AD yang memiliki spesialisasi dan keahlian pada kecabangan infanteri dengan watak, sikap dan perilaku sebagai prajurit sapta marga dan sumpah prajurit.