"Kami mengedepankan pemerintah daerah, bukan harus kita selesaikan dengan operasi militer. Karena dengan adanya pilot ini kan tidak mengganggu kehidupan masyarakat. Kecuali daerah yang mana mereka beroperasi, di sana masyarakat takut ada kontak tembak dengan TNI sehingga jadilah pengungsian," ucapnya.
Pangdam meminta masyarakat yang mengungsi di beberapa wilayah lantaran adannya gangguan keamanan untuk kembali dan menjalani kehidupan dengan normal.
"Jadi kami berharap pengungsi pun yang tadi sudah meninggalkan daerahnya diharapkan kembali dan hidup normal kembali di kampungnya," ujarnya.
Dia juga meminta Egianus agar pintar membaca tanda-tanda yang diberikan Tuhan.
"Apa yang dilakukan itu kan sudah tertulis di Kitab Suci. Semua yang dirancang manusia itu sia-sia, tapi rancangan Tuhan lain terjadi. Sudah sekian lama tuntutan demi tuntutan, semua situasi dibuat apakah ada perubahan. Pertanyaannya, permasalahan- permasalahan Papua merdeka dan NKRI sudah kita lihat bagaimana Tuhan memberikan tanda-tandanya. Tuhan mau tetap NKRI," ucap Pangdam.