“Memang kami ada genset yang selama ini dipergunakan untuk penerangan pada malam hari untuk siswa belajar. Namun, mahalnya bahan bakar minyak menyebabkan jumlah jam operasionalnya dikurangi,” katanya.
Dia berharap, dengan Program Papua Terang saat ini, PLN Kaimana dapat mengaktifkan PLTS di Kampung Sunua sehingga mereka bisa dapat terbantu.
Berkaitan dengan jumlah tenaga guru, untuk saat ini di SMP Negeri Kambrauw memiliki sebanyak 11 tenaga pengajar. Tiga guru PNS, 6 guru PPPK dan 2 lainnya merupakan guru honor.
Kendati demikian, dengan segala keterbatasan pengawasan terhadap siswa di asrama terus dilakukan dengan memaksimalkan peran masing-masing guru pengasuh.
“Jadi ada pengasuh untuk asrama putri dan ada juga pengasuh untuk asrama putra. Saat ini kami mendapat bantuan juga 2 tenaga guru dari Yayasan Tangan Harapan yang membantu melakukan pendampingan terhadap para siswa di sekolah ini, yang rata-rata orang asli Papua,” ucapnya.