Miris, Distrik di Kaimana Ini Masih Sulit Dapat Air Bersih dan Belum Ada Listrik

Rahman
Kepala SMP Negeri Kambrauw Joni Madmuar saat menceritakan kondisi di lingkungan sekolahnya. (Foto: iNews/Rahman)

“Memang kami ada genset yang selama ini dipergunakan untuk penerangan pada malam hari untuk siswa belajar. Namun, mahalnya bahan bakar minyak menyebabkan jumlah jam operasionalnya dikurangi,” katanya.

Dia berharap, dengan Program Papua Terang saat ini, PLN Kaimana dapat mengaktifkan PLTS di Kampung Sunua sehingga mereka bisa dapat terbantu.

Berkaitan dengan jumlah tenaga guru, untuk saat ini di SMP Negeri Kambrauw memiliki sebanyak 11 tenaga pengajar. Tiga guru PNS, 6 guru PPPK dan 2 lainnya merupakan guru honor.

Kendati demikian, dengan segala keterbatasan pengawasan terhadap siswa di asrama terus dilakukan dengan memaksimalkan peran masing-masing guru pengasuh.

“Jadi ada pengasuh untuk asrama putri dan ada juga pengasuh untuk asrama putra. Saat ini kami mendapat bantuan juga 2 tenaga guru dari Yayasan Tangan Harapan yang membantu melakukan pendampingan terhadap para siswa di sekolah ini, yang rata-rata orang asli Papua,” ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M5,1 Guncang Ransiki Manokwari Selatan, Tak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Tragis! Remaja Tewas Tersengat Listrik Tiang Lampu Jalan di Surabaya

57 tahun lalu

Gempa Hari ini Magnitudo 4,3 Guncang Ransiki Manokwari Selatan

57 tahun lalu

2 Pekerja Tersetrum saat Bangun Atap Koperasi di Mojokerto, 1 Tewas 1 Luka Parah

57 tahun lalu

Update 4 Nakes Diserang KKB di Tambrauw, 2 Tewas 2 Selamat Lari ke Pos TNI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal