"Saya tahu anggaran-anggaran di Papua cukup besar, masalahnya sampai ke publik atau tidak. Nanti akan disisir oleh tim dari Kemendagri sebagai pembina," katanya.
Tito mengatakan, anggaran tersebut sebaiknya didominasi untuk kebutuhan belanja modal yang berbentuk program-program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Menurut dia, besarnya dana otsus tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap Papua. Sehingga diharapkan dana tersebut dapat disalurkan kepada masyarakat melalui program tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
"Masalahnya, sampai atau tidak ke masyarakat. Jangan sampai nanti tidak sampai karena programnya tidak bisa dibuat dengan baik lalu tidak sampai ke publik, lalu masyarakat mengatakan apa gunanya ada Pemerintah, hal ini kemudian akan memunculkan keributan," ujar dia.