"Rencana awal kami harus berangkat dari Jakarta jam 09.00 WIT. Namun ada kendala sehingga kami harus berangkat pukul 11.00 WIT dari Jakarta sehingga tiba di Jayapura pukul 18.00 WIT," katanya.
"Apa yang telah terjadi kami hanya bisa serahkan kepada Tuhan. Kami sangat merasakan kehilangan besar hari ini telah berpulang anak bangsa terbaik di negeri ini," kata Doren.
Pada pukul 21.22 WIT, Bupati Puncak Wiliam Wandik kemudian menjelaskan kronologi meninggalnya Wagub Papua Klemen Tinal.
"Saya mau sampaikan, almarhum semasa hidup tidak pernah menyusahkan orang lain. Dia tidak pernah melibatkan masalahnya kepada orang lain. Almarhum sebelum meninggal sudah pasang alat pembantu pada jantung untuk bertahan hidup," ujarnya.
Pada tanggal 21 April lalu, almarhum diketahui terkena serangan jantung namun masih bisa bertahan. Lalu dibawa ke Jakarta untuk pengobatan di RS Jantung Harapan dan operasi jantung.