"Untuk download-nya hanya 1-2 jam selesai. Tapi untuk menerjemahkan apa yang ada di situ, itu butuh waktu. Peraturan internasional memberi waktu ke KNKT selama 12 bulan," kata Chaerudin.
Sehubungan dengan itu, Chaerudin menyatakan belum bisa menyimpulkan penyebab kecelakaan pesawat Twin Otter PK CDC pekan lalu itu.
"Kalau ditanya mengapa sampai terjadi kecelakaan pesawat ini, saya belum bisa jawab. KNKT bicara apa adanya," jelas Chaerudin.
Adapun mengenai peralatan Emergency Locator Transmitter (ELT) pesawat Twin Otter PK CDC yang tidak mengeluarkan signal, Chaerudin mengatakan hal itu bisa terjadi lantaran peralatan tersebut rusak atau hancur atau antenanya terputus saat terjadi benturan.
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah empat korban kecelakaan pesawat Twin Otter PK-CDC di kawasan pegunungan Distrik Hoeya ke Ilaga dan selanjutnya dibawa ke RSUD Mimika di Kota Timika.