Dilansir dari mimikakab.go.id, Kuala Kencana merupakan kawasan terbatas yang dikelola PTFI dan sebenarnya bukan kawasan yang dikhususkan untuk berwisata. Sebab yang diperbolehkan masuk ke daerah ini hanya orang-orang dengan kartu identitas atau ID PTFI atau yang telah memiliki izin tertentu.
Dilansir dari tekmira.esdm.go.id, Kuala Kencana bermula dari sebuah ekspedisi pada 1936, Jean Jacques Dozy, geolog muda berkebangsaan Belanda menemukan Ertsberg. Hamparan gunung di pedalaman yang kini terletak di Kabupaten Mimika, Papua, yang hanya ditumbuhi rumput itu ternyata hamparan mineral tembaga dengan mineral ikutan emas dan perak.
Saat itu, Dozy berpikir bahwa dengan medan yang teramat sulit, endapan bijih tersebut rasanya mustahil untuk ditambang. Ekspedisi yang dilakukan Dozy dan kawan-kawan berakhir dalam sebuah jurnal di perpustakaan Belanda.
Dalam sebuah perjalanan ke Eropa pada akhir 1950-an, Forbes Wilson menemukan laporan berharga Dozy tersebut. Wilson, yang saat itu menjabat sebagai Manajer Eksplorasi Freeport Sulphur, terkesima setelah membaca jurnal itu. Ia lantas ingin membuktikan sendiri keajaiban di pedalaman Papua tersebut.
Ketika Kota Tembagapura, tidak lagi dapat menampung lebih banyak penduduk, diputuskan untuk membangun kota baru. Pada awal 1990-an Kuala Kencana mulai digagas sebagai bagian dari Rencana Induk Pengembangan Infrastruktur.