Anggota TNI saat ini dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sejumlah wilayah yang sebelumnya belum tertangani. Selain itu, Kodam juga membuka dapur umum yang dipusatkan di halaman Gereja Eben Heizer Sentani serta posko kesehatan di halaman Yonif 751/VJS Sentani.
Kol Inf Muhamad Aidi menambahkan, selain menimbulkan korban jiwa, banjir bandang yang melanda sembilan distrik di Kabupaten Jayapura juga menyebabkan kerusakan di sejumlah kawasan, termasuk permukiman warga. Sekitar 4.000 lebih warga dilaporkan telah mengungsi ke berbagai kawasan yang dianggap aman.
"Saat ini kami telah menangani pengungsi total 4.150 orang," katanya.
Ribuan warga ini mengungsi di beberapa wilayah antara lain di Gunung Merah, Kantor Bupati Kabupaten Jayapura, di kediaman bupati, di sekolah HIS Sentani dan di beberapa lokasi lain.
Warga terpaksa mengungsi lantaran rumah-rumah mereka tertimbun material pasir. Selain itu, kondisi cuaca hingga saat ini masih buruk. Warga masih khawatir akan terjadi banjir bandang susulan.