Sementara Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024 Kombes Pol Dr Bayu Suseno juga mengecam keras tindakan KKB. Aksi ini diduga dilakukan KKB Kodap XXXV Bintang Timur yang sebelumnya menembak warga benama Senus Lepitalen di Distrik Borme, Kabupaten Pegunungan Bintang 6 Juni lalu. Dalam aksinya itu, terdapat satu senjata api laras pajang yang pegang seorang anggota KKB.
"Kami mengecam dan menyayangkan kejadian ini. Tindakan pembakaran sekolah oleh KKB adalah aksi yang sangat tidak berperikemanusiaan dan tidak dapat ditoleransi. Aparat Gabungan TNI-Polri dan Satgas Ops Damai Cartenz-2024 akan melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap pelaku kejahatan ini," katanya.
Dia menambahkan, peristiwa ini tidak hanya merugikan sektor pendidikan, tetapi juga mengganggu ketenangan dan keamanan masyarakat setempat.
"Sekolah merupakan tempat anak-anak seharusnya merasa aman dan nyaman untuk belajar. Tindakan ini sangat merugikan masyarakat, terutama anak-anak yang seharusnya mendapat pendidikan dengan baik," ucapnya.
Menurutnya, aparat akan meningkatkan patroli dan pengawasan di daerah rawan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
"Kami akan memperketat pengamanan di wilayah-wilayah yang rawan konflik dan berusaha memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami tidak akan membiarkan tindakan keji seperti ini menghancurkan semangat belajar anak-anak Papua," ujarnya.