Menurutnya, pemulangan masyarakat Kiwirok yang sempat mengungsi akibat gangguan keamanan dilakukan bertahap karena terbatasnya sarana transportasi. Untuk mencapai Kiwirok hanya dapat ditempuh dengan menumpang pesawat berbadan kecil dengan daya tampung terbatas.
"Kalau harus berjalan kaki dibutuhkan waktu berhari-hari," ucapnya.
Sebelumnya, KKB pimpinan Lamek Taplo membakar sejumlah fasilitas umum di Kiwirok di antaranya Puskesmas, kantor kas Bank Papua dan pasar hingga membuat para warga mengungsi. Mereka mengungsi ke Oksibil dan beberapa kampung seperti Balusu, Kabiding, Epsipding, Okpol dan Bulangkop selama kurang lebih setahun.