Kerusuhan di Wamena Dipicu Ucapan Rasis Guru SMA, Kapolda Pastikan Itu Hoaks

Chanry Andrew Suripatty
Demonstrasi pelajar SMA di Kota Wamena, Papua, berujung rusuh. Massa membakar rumah dan fasilitas umum, Senin (23/9/2019). (Foto: Istimewa)

Dia juga membenarkan, para demonstran di Kota Wamena bertindak anarkistis. Namunm aksi tersebut sudah dapat dilokalisasi oleh anggota Brimob dan anggota TNI, serta Bupati Jayawijaya. “Bupati sudah mendekati massa, karena isu ucapan rasisme itu tidak benar,” ujarnya.

Ribuan massa demonstran tadi pagi bertindak anarkistis. Massa melakukan pelemparan hingga pembakaran di sejumlah titik di Kota Wamena, mulai dari Hom-hom, Woma, Sinakma, hingga pusat Kota Wamena.

Dari informasi yang didapatkan di Wamena menyebutkan pendemo juga membakar Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Keuangan yang terdapat di dalam Kompleks Kantor Bupati Jayawijaya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Sebar Hoaks Mengaku Dibegal, Remaja di Jember Diamankan Polisi

57 tahun lalu

Heboh Teror Pocong di Jember, 3 Remaja Penyebar Hoaks Gunakan AI Ditangkap

57 tahun lalu

Cegah Perang Suku Meluas, Polda Papua Terjunkan 3 SSK Brimob ke Wamena

57 tahun lalu

Daftar Lengkap 11 Korban Tewas Kebakaran Ruko di Wamena, Termasuk Anak 2 Tahun

57 tahun lalu

Kronologi Lengkap Kebakaran Ruko di Wamena, 11 Orang Tewas Terjebak Api

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal