Terkait kasus penyerangan terhadap anggota Brimob, Bripda Diego Rumaropen oleh KKB, Naligi berharap peristiwa itu harus menjadi pembelajaran untuk semua aparat keamanan agar jangan lengah dalam bertugas.
"Saya juga mengapresiasi hukuman tegas yang diberikan Kapolda Papua terhadap Danki Brimob yang diduga melanggar SOP. Ini hendaknya juga dijadikan pelajaran berharga," ujarnya.
Dia juga berharap para pelaku penyerangan harus segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Mari jaga Wamena supaya bisa aman dan damai, supaya aktivitas berjalan baik dan tidak merugikan kita bersama," katanya.
Insiden penyerangan terhadap anggota Brimob Bripda Diego di Napua yang berlokasi sekitar lima kilometer dari Wamena berawal saat AKP R ditelepon salah seorang warga (AM) yang meminta tolong agar menembak sapinya yang ada di Napua.
Atas permintaan itulah kemudian AKP R bersama korban dan seorang anggota yang bertugas mengemudikan kendaraan, Sabtu (18/6/2022), ke tempat kejadian perkara (TKP) hingga beberapa saat kemudian terjadi insiden tersebut.
Dua pucuk senjata api organik Polri yang diambil para pelaku yang merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Nduga pimpinan Egianus Kogoya itu adalah jenis AK101 dan senjata api jenis SSG08 (sniper).