Awalnya warga hanya ingin pergi ke kantor BKD Mamberamo Raya untuk menemui pejabat terkait. Mereka ingin menanyakan perihan pengumuman CPNS yang telah beredar di publik.
"Saat itu Kapolres Memberamo Raya sudah di TKP dengan pengawalan sejumlah personel untuk menenangkan massa. Namun jumlah mereka sangat banyak, sekitar 500-an orang," katanya.
Warga kemudian merusak dan membakar kantor BKD. Usai melampiaskan rasa kesalnya itu, warga pun membubarkan diri dengan menggunakan speedboat.
"Mereka membubarkan diri, kembali ke rumah masing-masing dengan menggunakan speedboat dan perahu, karena mereka bukan tinggal di Burmeso, ada yang di Kasonaweja dan distrik lainnya," katanya.
Hingga kini aparat kepolisian masih berjaga-jaga di sekitar perkantoran di Distrik Burmeso dan Kasonaweja. Situasi di daerah tersebut sementara terpantau mulai kondusif, dan api sudah dipadamkan.